Welcome to the Official Blog of KLANDATA

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara

Welcome to the Official Blog of KLANDATA

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara

Tuesday, November 21, 2017

Layanan Khusus Mahasiswa STT-PLN Jakarta

Info lebih lanjut tentang pelayanan, silahkan kontak ID LINE : @JZF2906R.


NAME TAG MAHASISWA

Salah satu perlengkapan mahasiswa baru (maba) pada kegiatan Pekan Orientasi Mahasiswa (PRISMA) di Kampus STT-PLN yaitu Name Tag dengan gantungan pita. Tidak hanya untuk kegiatan PRISMA, name tag tersebut juga dipakai pada kegiatan-kegiatan mahasiswa lainnya di tingkat jurusan. Name tag dibuat dari kertas buffalo berwarna yang diberi keterangan identitas dan foto mahasiswa lalu dilaminating kemudian diberi gantungan pita warna-warni. Model name tag bisa berbeda setiap tahunnya dan akan disesuaikan dengan ketentuan/aturan pembuatan name tag yang terbaru. Daripada ribet buat sendiri bisa pesan saja di KLANDATA Central.


BURNING CD TUGAS AKHIR (TA)

Mahasiswa tingkat akhir yang telah menyelesaikan Laporan Kerja Magang ataupun Tugas Akhir (Skripsi & Proyek Akhir), saat mengumpulkan laporan tersebut ke kampus tidak hanya dalam bentuk cetakan fisik (hardcopy) saja tetapi juga harus dalam bentuk softcopy. KLANDATA menyediakan jasa Burning CD, print label CD hingga hardcover CD. Mahasiswa hanya perlu membawa softcopy file Tugas Akhir (Skripsi atau Proyek Akhir) yang akan diburning ke CD. Kami menggunakan CD-R berkualitas dan setelah diburning akan dicek ulang untuk memastikan file softcopy sudah berada di CD. Biasanya untuk Tugas Akhir dari kampus akan diminta 2 keping CD, 1 untuk disimpan di jurusan dan 1 lagi untuk arsip Perpustakaan.

Fotokopi Bank Soal dan Diktat Kuliah STT-PLN Jakarta

Info lebih lanjut tentang pelayanan, silahkan kontak ID LINE : @JZF2906R. Terima kasih.


FOTOKOPI BANK SOAL

Daftar Bank Soal yang tersedia bisa dilihat pada blog KLANDATA, pilih menu Archives -> [BANK SOAL]

Salah satu jasa yang disediakan oleh KLANDATA yaitu Fotokopi Bank Soal. Layanan ini terbuka untuk seluruh mahasiswa/i pada 6 jurusan yang ada di STT-PLN. Layanan ini tidak dibuka setiap saat, layanan ini hanya dibuka setiap menjelang Ujian Semester baik UTS maupun UAS, biasanya beberapa minggu sebelum ujian dilaksanakan. Tujuan KLANDATA membuka layanan ini adalah untuk memberi akses arsip soal-soal ujian semester dari semester 1 hingga semester 7 kepada seluruh mahasiswa/i STT-PLN agar dapat digunakan sebagai bahan belajar guna mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Semester. Tersedia ribuan lembar arsip soal ujian UTS dan UAS dari tahun ke tahun yang ada di database KLANDATA. Pemesanan Bank Soal dilakukan secara online via LINE @JZF2906R, lalu pengambilan Bank Soal di KLANDATA Central.


FOTOKOPI DIKTAT KULIAH & MODUL PRAKTIKUM

Daftar Diktat & Modul yang tersedia bisa dilihat pada blog KLANDATA, pilih menu Archives -> [DIKTAT & MODUL]

KLANDATA juga menyediakan jasa Fotokopi Diktat Kuliah & Modul Praktikum, terbuka untuk seluruh mahasiswa/i pada 6 jurusan yang ada di STT-PLN. Diktat Kuliah yang disediakan berbentuk cetakan fisik (hardcopy) baik Diktat Bahan Ajar, Buku Referensi hingga Modul Praktikum. Semua Diktat Kuliah & Modul Praktikum yang tersedia adalah yang digunakan di STT-PLN sebagai bahan ajar kuliah. Berbeda dengan layanan Fotokopi Bank Soal yang hanya dibuka saat menjelang Ujian Semester, layanan Fotokopi Diktat Kuliah & Modul Praktikum ini terbuka setiap saat. Mahasiswa yang membutuhkan Diktat Kuliah hanya perlu datang ke KLANDATA Central dan memesan diktat yang dibutuhkan. Koleksi Diktat & Modul milik KLANDATA sudah mencapai puluhan buku dengan total ribuan lembar.

Saturday, May 20, 2017

Program Vokasi & Listrik Kerakyatan STT-PLN



Listrik Indonesia | STT PLN meluncurkan Program Vokasi dan Inisiatif Listrik Kerakyatan (LK) dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional secara ramah lingkungan serta melibatkan masyarakat.  Dua program tersebut diresmikan dalam sebuah rangkaian acara “Karya Untuk Negeri” yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero), Nicke Widyawati, mengatakan, PLN mengapresiasi upaya STT PLN yang meluncurkan Program Vokasi Ketenagalistrikan dan Inisiatif Listrik Kerakyatan tersebut. Pembangunan program pembangkit listrik 35.000 MW, harus didukung dengan SDM yang bernar-benar memiliki kompetensi dan siap pakai. “STT PLN menjadi pionir progam vokasi yang dibutuhkan di bidang energi dan diharapkan bisa dicontoh oleh yang lain,” tegas Nicke, disela-sela peluncuran Listrik Kerakyatan dan Program Vokasi di TMII, Jakarta, (18/05).

Penghargaan yang sama atas kedua program tersebut juga disampaikan Deputi Direktur Direktorat Ketenagalistrikan Munir Ahmad yang ikut hadir dalam rangkaian acara tersebut. 

Sementara, Ketua STT PLN, Supriadi Legino, mengatakan, kebutuhan tenaga teknik yang sangat besar disikapi dengan membuka pendidikan dan latihan vokasi ketenagalistrikan bagi lulusan SMU dan setara. Mereka akan dilatih selama satu tahun sehingga layak mendapatkan sertifikasi kompetensi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan diskusi mengenai “Listrik Kerakyatan” yang dihadiri antara lain Ketua STT PLN, Supriadi Legino; Mantan Lurah Pondok Kopi, Erwin Lobo; Komisaris Indonesia Power, Bagus Setiawan; dan Sonny Djatnika S. salah satu praktisi kelistrikan. Dalam diskusi tersebut, mantan Lurah Pondok Kopi yang kini menjabat sebagai Lurah Kuningan Barat, mengatakan, pihaknya waktu itu sempat mengupayakan untuk menjadikan sampah menjadi energi listrik di kelurahan yang dipimpinnya tersebut.

Sedangkan menurut Supriadi Legino, Listrik Kerakyatan menggunakan energi terbarukan yang ada di sekitar, seperti angin, biogas, biomassa sampah dan lainnya. Program LK di perkotaan lebih diprioritaskan untuk model Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) untuk mengatasi persoalan sampah di masyarakat perkotaan.

Supriadi menegaskan, guna keberlanjutan program LK, pemerintah diharapkan bisa menjadi fasilitator bagi koperasi dan pengusaha lokal yang berminat membangun LK, sehingga bisa mendapatkan pemasukan memadai dari penjualan energi dan kompensasi pengolahan sampah. “Tentunya dengan mekanisme insentif berupa bunga bank rendah, LK dapat menjadi peluang bisnis menarik dan terbuka luas bagi masyarakat,” tegas Supriadi.

Sedangkan Bagus Setiawan yang juga merupakan Kepala Divisi HSCMS Inovasi PLN, mengatakan, melalui program listrik kerakyatan, masyarakat dapat memproduksi listrik sendiri baik melalui solar sel, biomassa sampah, yang nantinya kelebihan pemakaian tersebut bisa dijual ke PLN dan masuk ke dalam jaringan kelistrikan. Menurut Agus, pihaknya mengapresiasi dan mendukung program LK yang memanfaatkan energi terbarukan yang ada di sekitar masyarakat. (AB)